Entah ingin melanjutkan perasaan ini, atau juga ingin mengakhiri. Tapi bagaimana ingin diakhiri ? Jika hati ini selalu tertambat ke satu nama saja. Hanya nama itu yang selalu ada, melengkapi setiap langkahku untuk tetap yakin terhadap tulang rusukku. Dan jika dia mendustai takdirnya, aku akan selalu menemaninya untuk menyerukan namanya dalam setiap do'aku. Engkau pun tahu saat penantian cinta menemukan ujung manis untuk berhenti, dan saat itulah kau sadar do'a yang selalu kupanjatkan memelukmu dalam kesendirianmu.
Sebenarnya, sangat menikmati proses penantianmu selama ini. Senyuman itu, selalu bisa kurasakan memelukku ketika aku memikirkannya. Tentang kamu, persaingan perasaan antara suka dan benci. Suka, karena semua tentangmu mengingatkanku untuk tetap yakin dan menjalani penantianku. Dan benci, karena semua tentangmu membangun rasa menyakitkan untuk dipahami dan dimegerti ketika kau mendustakan segalanya hanya untuk senangmu yang bersikap fana.
Tak banyak yang kunanti dan kuminta dalam setiap do'aku. Itu hanya tentang perasaan seorang hamba kepada pencipta-Nya, karena dengan mendekati pencipta-Nya, maka akan dimudahkan cara agar penantian itu cepat sampai pada ujungnya, ujung yang indah dalam inginku untuk memilikimu. Tapi, menyentuh anganmu pun aku tak mampu untuk sekaran, bukan tak mampu melakukannya. Sebab, aku ingin berdiri disana bersamamu dan tidak hanya menghalalkan atas kamu, tapi juga atas agamaku dan agamamu ...
Rabu, 08 Maret 2017
Penantian tanpa Alasan
Diposting oleh Unknown di 05.21Senin, 06 Maret 2017
Hatimu Samudera Anganku
Diposting oleh Unknown di 05.16Hari, bulan dan tahun bersamamu ...
Ragaku, Jiwaku serta Hatiku selalu tertambat padamu ...
Menuntunku untuk selalu berjalan bersama ke anganmu ...
Anganmu hanya bahasa keraguan dimatamu ...
Anganmu hanya lautan dalam yang tak bisa hanya diselami ...
Anganmu bagai ombak yang tak tahu kapan hentinya ...
.
.
.
Hari-hari berikutnya ...
Aku ucapkan sebuah kata manis kepadamu
Sebagai penenang dirimu sebelum engkau tidur
Dan dirimu hanya tersenyum dan memandang ke sebuah kata itu
.
.
.
Bulan-bulan selanjutnya ...
Engkau menitipkan surat kepada seseorang
Dia dan kamu, untaian keretakan yang lewat dikepalaku
Dia dan kamu, rangkaian bunga bangkai di suatu kataku
.
.
.
Tahun-tahun tanpamu ...
Aku biarkan diriku menyelami anganmu
Meski kutahu berat ...
Aku, kau dan mereka yang membaca tulisan ini
Berdo'a atas nama kita
Dan aku pun semakin dalam dan sampai pada dasarnya anganmu
Kini aku tahu, kau adalah bagian tulang rusukku yang kucari dan kunanti
Rabu, 01 Maret 2017
Aku Menanti untuk Menunggumu
Diposting oleh Unknown di 05.39Aku melihat dirimu, seperti yg kukenal dahulu. Aku benar-benar menyukainya, rasanya aku akan selalu bahagia. Rasanya terasa hangat ketika bersemayam di benakku, mengiringi setiap jantungku untuk membawanya ke kehidupan nyata.
Apakah aku merindukanmu ? Empat tahun tanpamu membuatku menyadari bahwa kau sangat berarti di hidupku. Aku hanya menantikanmu selama ini, berjuang sendiri untuk kisah kita. Apakah engkau juga demikian ? Menantikan kumulus-kumulus itu berlalu membawa butiran kisah kita yang dilaluinya. Waktu tak pernah mencatat kita dan kita pun tak pernah bisa mencatat waktu, dia selalu berjalan mengikuti takdir semesta. Lantas siapa yang salah dan untuk mengapa dipermasalahkan ? Aku sudah terlanjur patah hati didepanmu, namun aku ingin kumulus itu kembali dan memulai kisah kita di kemudian.
Lalu apakah empat tahun ini cukup bagi kita untuk saling memaafkan ? Ataukah aku akan patah hati untuk kedua kalinya ? Karena cinta yang membuatku bertahan untuk mengagumimu, hanya itu alasan yang membuatku terus menantimu ...
