Senin, 24 November 2014

Puisi

 Serpihan Hati



Berawal dari senyuman kau menyapaku
 Memandangku dan ku tersipu
 Selalu membuatku terbang melayang
 Bagai burung kehilangan sangkarnya 
Bingung entah mau berbuat apa? 
Senyumanmu begitu indah 
Kulihat matamu menatapku dengan perasaan
 Semakin dekat dan dekat 
Kau pun selalu menjadi bayang-bayangku 
Setiap hari dan setiap saat 
Ketika ku tatap awan 
Awan tersenyum kepadaku 
Burung bernyanyi untukku 
Gunung menyapaku 
Dan air sungai mengalir menghiasi perasaanku 
Aku merasa dunia ini sempit 
Hanya ada aku dan engkau 
Semakin hari perasaan ini semakin kuat 
Bagai lidi berlapis baja
 Dan pada akhirnya 
Hati ini pun merintih 
Kesakitan dan terasa perih
 Andai hati dapat menangis 
Sungai pun akan tergenang oleh tangisan hati 
Engkau yang selalu menjadi bayang-bayangku 
Kini hilang dan menghantuiku 
Wajahmu yang berseri 
Hilang dalam pikiranku 
Kau gandeng seseorang didepanku 
Membuatku ingin berteriak pada dunia 
Betapa sakit hatiku! 
Bagai tergores duri yang begitu tajam 
Serpihan hati ini 
Akan kubawa sampai mati...

1 komentar:

Alifia Dwi Martha mengatakan...

uuuh, gacuat akuu :D

Posting Komentar

Wavy Tail

Template by:

Free Blog Templates